Kelompok 68 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati, penempatan di desa Cisaat, kecamatan Dukupuntang, kabupaten Cirebon tahun 2014.

Hasil Survey Mahasiswa KKN Tematik Posdaya 68 Unswagati

Foto anggota kelompok 68 KKN Tematik Posdaya Unswagati 2014
Berikut adalah hasil survey yang dilakukan oleh mahasiswa kelompok 68 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Swadaya Gunung Jati pada tahun 2014, di desa Cisaat, kecamatan Dukupuntang, kabupaten Cirebon.


Setelah kita bersosialisasi dengan masyarakat di desa Cisaat selama beberapa hari sejak hari Rabu 12 Maret 2014 hingga Sabtu 15 Maret 2014 di lima dusun/blok yang memiliki 29 Rumah Tangga (RT). Kami mendapatkan beberapa informasi yang cukup penting, dan dapat menyimpulkan sementara mengenai kondisi desa Cisaat dilihat dari beberapa aspek diantaranya;
A.    Aspek Geografis
Desa Cisaat berada di daerah kaki Gunung Ciremai yang masuk dalam daerah administratif kabupaten Cirebon. Medan untuk menuju desa Cisaat masih dapat dijangkau oleh kendaraan umum, kendaraan bermotor seperti mobil dan motor roda dua, sehingga warga tidak mengalami kesulitan saat melakukan mobilitas sehari-hari.
B.     Aspek Sosial, Budaya, Adat Istiadat, dan Kemasyarakatan
Sebagian besar warga berkomunikasi dan bersosialisasi dengan bahasa daerah yakni Sunda. Kebudayaan yang masih dilestarikan oleh warga Cisaat adalah bergotong-royong untuk membangun rumah, umumnya setiap dusun/blok warga membantu rumah yang tidak layak huni untuk dibongkar dan dibangun kembali dengan lebih baik lagi. Warga sebagian besar menerima kedatangan kami ke desa Cisaat, saat kami bersosialisasi dan bersilaturohmi sambil mengadakan survey ke rumah-rumah.
Masyarakat pemuda/i rata-rata merantau ke kota untuk bekerja, dan hanya sebagiannya yang menetap untuk bekerja di desa. Kegiatan Karang Taruna desa Cisaat pun terhenti, pasca pengurusnya bekerja di luar daerah.
C.    Aspek Pendidikan
Sebagian besar para orang tua warga di desa Cisaat mengenyam pendidikan antara Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Anak-anak mereka sebagian besar mengenyam pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan, dan masih sedikit yang melanjutkan hingga ke Perguruan Tinggi.
Di desa Cisaat terdapat dua  Pendidikan Usia Dini (PAUD), dua Taman Kanak-Kanak, tiga Sekolah Dasar Negeri, satu Madrasah Diniyah, Sekolah Menengah Pertama Negeri, satu Sekolah Menengah Kejuruan, dan dua Pondok Pesantren.
D.    Aspek Kesehatan
Masyarakat umumnya memiliki kebiasaan yang baik dalam perilaku hidup bersih, hanya saja fasilitas seperti tempat sampah belum tertata dengan baik. Masyarakat masih membuang sampahnya di sungai dan belum memiliki tempat akhir pembuangan sampah yang modern.
Ibu-ibu saat melahirkan sudah ke bidan, dan bayi lima tahun (balita) telah terintegrasi dengan posyandu.
E.     Aspek Ekonomi
Sebagian besar masyarakat bermatapencaharian sebagai petani, buruh tani, peternak, pegawai swasta/wirausaha, dan pegawai negeri sipil. Perputaran uang di desa Cisaat relatif lambat, karena belum tersedianya pasar dan home industry, pabrik, ataupun perusahaan.
F.     Aspek Potensi Lokal; Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia
Sumber daya alam terbesar berupa pertanian, dan perikanan. Sumber daya manusia yang telah terbangun berupa kelompok tani dan kelompok perikanan, sehingga dari kelompok tersebut telah turut membantu dalam pendidikan di bidang pertanian dan perikanan secara kolektif.
G.    Kegiatan yang Masih Berjalan
1.      Kegiatan kerja bakti bersih-bersih setiap hari Jumat,
2.      Posyandu setiap 2 minggu sekali di tiap dusun/blok pada hari Rabu dan Kamis
3.      Pengajian rutin setiap hari Kamis dan Sabtu
4.      Rapat/kumpulan kelompok tani dan peternak setiap dua minggu sekali
5.      Pelayanan desa buka setiap hari Senin – Jumat pukul: 08:00 hingga 16:00 dan Sabtu pukul 08:00 hingga 12:00
6.      Perkumpulan ibu-ibu PKK setiap hari Rabu per-dua minggu dalam sebulan




0 comments:

Post a Comment

Hasil Survey Mahasiswa KKN Tematik Posdaya 68 Unswagati